Peluang di Balik Serbuan Big Data

Jakarta - Saat ini, para Chief Information Officer (CIO) di Indonesia memiliki tantangan untuk menangani big data alias serbuan data dalam jumlah yang sangat besar. Tapi hal itu justru bisa lebih menarik jika mereka bisa mengolahnya.

Pengolahan data tersebut bisa diperoleh dengan piranti khusus, salah satunya buatan SAS yang menawarkan big data analytics untuk membantu organisasi memperoleh nilai nyata dan wawasan.


"Dengan Big Data Analytics, organisasi dapat membuat keputusan dengan lebih baik dan cepat tidak hanya berdasarkan apa yang terjadi, tetapi juga apa yang akan terjadi," kata Erwin Sukiato, Country Manager SAS Indonesia, dalam keterangan yang diterima detikINET, Kamis (31/10/2013).


Penggunaan Business Analytics dalam bisnis dijanjikan bakal membuka pintu secara lebih mendalam dan lebih personal pada hubungan pelanggan.


Selain itu, perubahan bisnis melalui digitalisasi informasi bisnis juga membuat mereka berada di posisi untuk memanfaatkan Business Analytics untuk memperoleh nilai signifikan dari data digital.


Philip Carter, Associate Vice President IDC Asia/Pacific menyebutkan jika era big data telah tiba gudang data multi-petabyte, interaksi sosial media, data yang masuk secara real time, informasi geospasial dan sumber data baru lainnya menunjukkan tantangan dan sekaligus kesempatan signifikan yang dihadapi organisasi.


Di masa mendatang, CIO mulai mengadopsi kelas baru teknologi yang diperlukan untuk memproses, menemukan dan menganalisa rangkaian data masif yang tidak dapat diatasi dengan menggunakan database dan arsitektur tradisional.


(eno/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!